CPNS Honorer

DPR: Honorer K2 2015 Diangkat CPNS Tanpa Tes

Pengangkatan Honorer K2 2015 tahun ini dibahas lagi. Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR mengusulkan tes ulang mantan honorer K2 2015 ini sebaiknya hanya mengikuti seleksi administrasi. Dengan demikian tidak perlu diadakan tes menggunakan sistem computer assisted test (CAT).

Honorer Kategori 2 (K2) adalah tenaga kerja honerer yang harus mengikuti seleksi apabila ingin menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Dalam rapat dengar pendapat memang kita inginkan cukup dilaksanakan seleksi administrasi. Ini nanti yang akan kita bawa ke dalam rapat panja. Kita usulkan ini,” ujar Anggota Panja Bambang Riyanto di Jakarta, Rabu 20 Mei 2015.

Seperti diketahui, pemerintah berencana melakukan seleksi ulang terhadap mantan honorer K2 2015 pada tahun ini. Rencananya 30 ribu formasi akan diisi oleh para mantan honorer K2.

Dia mengatakan permintaan adanya seleksi administrasi tanpa adanya tes kompetensi akan meminimalisasi honorer bodong. “Hal ini sangat rentan dimanipulasi ataupun disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Harusnya diisi oleh honorer K2 yang asli,” kata Bambang.

Terkait kompetensi honorer jika hanya dilakukan seleksi administrasi, Bambang menandaskan pegawai honorer bukan pengangguran. Menurut dia honorer yang telah mengabdi puluhan tahun tersebut telah memiliki kemampuan dalam menjalankan tugasnya.

“Kalaupun memang dinilai masih kurang, bisa diberi pelatihan misalnya untuk pendidikan, kesehatan dan pegawai teknis jika dinilai ketinggalan jaman bisa mereka diberi pelatihan,” tuturnya.

Bambang mengatakan pengabdian para honorer harus dihargai. Apalagi banyak honorer yang mengabdi di daerah terpencil. (sindo news).

Honorer K2 Tua dan Pulau Terpencil Prioritas Diangkat CPNS

“Kita prioritaskan honorer tua, di pulau terdepan dan pulau terpencil, untuk diterima sebagai CPNS ketika mengikuti tes seleksi penerimaan”

Demikian diungkapkan Menteri Pendayahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi kepada Sripoku.com. Menpan RB menjanjikan tak cuma honorer tua yang diprioritaskan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Mereka yang ada di pulau terpencil atau pulau terdepan di Indonesia juga mendapat tempat yang sama di prioritaskan dalam pengangkatan honorer K2 jadi CPNS.

Mengapa harus dilakukan tes CPNS untuk honorer K2? Hal ini karena Undang Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak membolehkan ada pengangkatan pegawai pemerintah tanpa proses seleksi. Sehingga tes CPNS Honorer K2 wajib dilakukan agar tidak bertentangan dengan Undang-Undang.

Honorer yang masuk Kategori 2 (K2) mendapat porsi utama dibanding jalur umum pada saat seleksi penerimaan CPNS yang akan digelar pemerintah pada penerimaan CPNS 2015 tahun ini yang rencananya digelar pada pertengahan tahun ini.

Latihan Praktek Ujian CAT CPNS : Dengan aplikasi simulasi interaktif Belajar jadi senyaman main Game. Informasi lengkap Baca Disini

Penerimaan CPNS di Kabupaten Rokan Hulu Riau Tidak Ada Hingga 2016

Info CPNS Rokan Hulu – Bagi masyarakat yang ingin mengikuti tes penerimaan CPNS 2014 di Kabupaten Rokan Hulu provinsi Riau sepertinya harus mencari alternatif ke daerah lain. Bupati Achmad mengakui, sampai 2016 mendatang, Pemkab Rokan Hulu tidak membuka lowongan penerimaan CPNS dari jalur umum, namun masih memberdayakan semua tenaga honorer.

Demikian kata Bupati Achmad, baru-baru ini. Menurutnya, Pemkab Rohul tidak membuka lowongan CPNS 2014 dari pelamar umum walau dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sudah mengumumkan akan membuka penerimaan CPNS 2014 dari pelamar umum 2014 untuk 100.000 ASN se-Indonesia.

“Pemkab Rokan Hulu masih memberdayakan tenaga honorer yang ada,” jelas Bupati Rohul. Tidak menutup kemungkinan, jelas Bupati, tenaga honorer juga akan mengikuti tes penerimaan CPNS untuk kategori tiga (K3) tahun ini.

Sayangnya, Bupati tidak menjelaskan rinci apa alasan mengutamakan tenaga honor, padahal beberapa anggota DPRD Rohul sudah meminta agar dibuka kesempatan bagi masyarakat umum. Sebab saat ini banyak sarjana menunggu lowongan CPNS di Pemkab Rohul. [metro terkini]

Kabar Baik, Honorer K2 Masih Bisa Ikut Tes CPNS

Sepertinya masih ada harapan cerah bagi Honorer K2 yang gagal diangkat CPNS. Sebelumnya tersiar kabar Honorer K2 yang gagal CPNS tidak jelas nasibnya karena tidak akan ditanggung pemerintah lagi, kini pengakuan baru menyebutkan honorer K2 masih diberi kesempatan mengikuti Tes CPNS ulangan pada periode berikutnya.

“Mereka masih memiliki kesempatan yang sama pada tahun berikutnya untuk mengikuti tes, karena tidak ada batasan umur bagi para pegawai honorer K2 untuk mengikuti tes CPNS,” kata Wamen Kemenpan RB Eko Prasojo saat melakukan kunjungan kerja di Mangupura, Kabupaten Badung, Selasa (25/2/2014) seperti dikutip dari SoloBlitz.

Sebelumnya, honorer K2 yang dinyatakan tak lulus seleksi CPNS merasa resah, lantaran tak mengetahui kejelasan nasib mereka. Pasalnya, hingga saat ini Peraturan Pemerintah (PP) sebagai tindak lanjut atas disahkannya Undang-undang nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara belum juga terbit. Padahal, dalam undang-undang terbaru tidak mencantumkan adanya tenaga honorer.

Menurut Eko, selagi menunggu pelaksanaan tes tahun berikutnya, para pegawai honorer yang tidak lulus itu juga bisa memperpanjang perjanjian kontrak kerjanya sesuai kebutuhan pemerintah daerah itu.

Oleh karena itu, pihaknya menyarankan kepada para pegawai honorer tersebut untuk lebih giat belajar sehingga mampu lolos pada tes penerimaan CPNS pada tahun-tahun berikutnya.

Gagal CPNS Honorer Berpeluang Jadi PPPK

Kabar gembira bagi para tenaga honorer kategori dua (K2) yang gagal seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pada tahun ini, pemerintah berencana membuka 40 ribu lowongan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Adanya PPPK sejalan dengan Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya, sejak regulasi itu dirilis tidak dikenal lagi adanya tenaga honorer. ASN terdiri dari PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Karena itu persoalan tenaga honorer harus dituntaskan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyusun rancangan peraturan pelaksanaan UU tentang ASN, yang terdiri dari 19 peraturan pemerintah dan 5 Peraturan Presiden. Salah satu PP yang tengah disusun adalah mengenai PPPK yang diharapkan bisa diterapkan tahun ini.

Pada tahun ini, pemerintah mengusulkan formasi pegawai sebanyak 100 ribu, yang terdiri dari 60 ribu PNS dan 40 ribu PPPK. “Untuk PPPK, 10 ribu diantaranya akan dialokasikan untuk tenaga penyuluh. Di sini masih ada peluang bagi guru honorer kategori 2 untuk ikut seleksi,” ungkap dia seperti dikutip dari situs KemenPAN-RB, Kamis (20/2/2014).

Namun, Azwar mengaku tidak mungkin semua guru honorer bisa masuk menjadi PPPK tahun ini. Pasalnya, jumlah honorer K2 yang ikut seleksi sebanyak 253 ribu, sementara yang diterima hanya sekitar 100 ribu. Apalagi sisa formasi sekitar 30 ribu itu juga diperuntukkan untuk tenaga ahli lain, seperti tenaga kesehatan, tenaga teknis dan lain-lain.

Untuk itu, Azwar mengimbau kepada para kepala daerah agar berbesar hati dan tetap memperhatikan kesejahteraan para guru honorer yang masih belum tertampung menjadi PPPK.

“Saya yakin kalau tenaga guru masih dibutuhkan oleh daerah. Selama belum terisi oleh CPNS ataupun PPPK, jangan langsung tenaga honorernya diberhentikan. Kalau perlu honornya ditingkatkan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Wakil Menteri PANRB Eko Prasojo mengungkapkan, pengadaan PPPK harus melalui beberapa tahapan, yakni perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi, dan pengangkatan. “Pengadaan PPPK harus berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kebutuhan,” ujarnya.

Menurut Eko, PPPK diangkat dengan keputusan pejabat pembina kepegawaian (PPK), dan diikat dengan perjanjian kerja minimal satu tahun, dan dapat diperpanjang. Namun PPPK tidak dapat diangkat otomatis menjadi PNS.

Seperti halnya PNS, perjanjian kerja itu menjadi dasar dalam penilaian kinerja, serta dalam perpanjangan perjanjian. Penilaian kinerja juga menjadi dasar dalam pemberian tunjangan dan pengembangan kompetensi.

Seorang PPPK berhak mendapatkan gaji serta tunjangan yang dibebankan kepada APBN/APBD. Mereka juga diberi kesempatan untuk pengembangan kompetensi, dan diberikan penghargaan.

Selain itu, PPPK juga berhak mendapatkan perlindungan berupa jaminan hari tua, kesehatan, kecelakaan kerja, kematian, dan bantuan hukum. (Ndw/Liputan6.Com).

Pengumuman Lulus CPNS Honorer K2 Kementerian Agama dan Pendidikan

Pengumuman Honorer K2 – Ribuan Honorer K2 Kementerian Pendidikan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) masih harus menanti hasil kelulusan seleksi CPNS. Sampai Rabu (19/2) pengumuman kelulusan CPNS honorer K2 kemendikbud dan kemenag ini belum juga muncul.

Jumlah honorer K2 Kementerian Agama yang menunggu nasib kelulusan CPNS ini mencapai 58.000 orang lebih, sedangkan untuk peserta dari Kemendikbud adalah 5.000 orang lebih.

Belum keluarnya pengumuman kelulusan CPNS honorer K2 kemenag dan kemendikbud ini adalah karena masih dalam prosea verifikasi.

Afirmasi daerah terpencil dan usia honorer menjadi pertimbangan untuk kelulusan CPNS honorer K2, sehingga pengolahannya tidak dimungkinkan sepenuhnya hanya dengan otomasi komputer. Sementara tes honorer K2 paling banyak dari kedua kementerian ini sehingga dibutuhkan tambahan waktu lebih lama dibanding instansi lain.

Belum Tau Kelulusan CPNS Honorer K2? Tunggu 4-5 Hari Lagi

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar mengungkapkan hingga Senin (11/2/2014) malam, pengumuman hasil kelulusan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) honorer K2 masih berasal dari Pulau Jawa.
“Hingga malam tadi, baru yang dari Pulau Jawa. Aceh, Papua dan daerah yang lain lagi dalam Proses. Pagi ini (Selasa, 11/2/2014), mulai yang diumumkan dari yang lain,” ungkap Azwar melalui sambungan telepon kepada Tribunnews.com, Selasa (11/2/2014).

Setelah beberapa kali mengalami penundaan karena alasan teknis, pengumuman hasil kelulusan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) honorer K2 diumumkan Senin (10/2/2014). Setidaknya, di laman cpns.menpan.go.id saat ini sudah ada form pencarian database hasil seleksi CPNS K2 berdasarkan instansi.

Menteri ini berjanji empat hingga lima hari kedepan untuk seluruh daerah sudah bisa diumumkan. “4-5 hari ini, seluruhnya akan diumumkan,” janjinya.

Menurut Azwar, proses bertahap pengumuman masih terus dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Pasalnya, penerimaan pegawai honorer K2 tidak sama dengan penerimaan CPNS yang biasa. Ia mengakui untuk memilih siapa yang berhak menjadi CPNS sangat sulit.

Dijelaskan pula, panitia harus menyeleksi dari ambang batas penilaian (passing grade) dan juga pertimbangan afirmatif seperti usia, masa kerja, jenis atau bidang pekerjaan dan kewilayahan.

“Kalau kita hanya berpegang pada passinggrade sudah selesai dari dulu. Dan ternyata banyak daerah yang hasilnya menunjukkan kurang. Makanya perlu affirmasi. Terkait hal ini memang sulit, berbeda dengan penerimaan CPNS biasanya. Berbeda kasusnya dengan penerimaan CPNS yang lain. Bukan hanya murni hasil. Ada banyak faktor yang harus kita pertimbangkan. Tapi, pengangkatan pegawai honorer sebagai PNS akan dimanfaatkan dengan optimal,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Oleh karena itu, lanjut Azwar pemerintah harus menerapkan kebijakan khusus di daerah-daerah tertentu. Itu artinya pemerintah tidak bisa memaksakan penerapan standar kelulusan yang sama.

Lebih lanjut dia katakan, pemerintah akan memprioritaskan peserta berprofesi guru dan perawat dalam proses penerimaan pegawai negeri sipil dari pegawai honorer K2. Azwar menuturkan pada tahun ini ada sekitar 600.000 pegawai pemerintah honorer K2 yang ikut tes calon pegawai negeri sipil.

Dia menjelaskan pemerintah akan menerima minimal 33% dari 600.000 pegawai K2 tersebut sebagai PNS dengan mempertimbangkan hasil tes, pengalaman kerja, dan kebutuhan daerah. Pemerintah, lanjutnya, juga akan mengutamakan penerimaan pegawai K2 yang berprofesi sebagai perawat dan guru.

“Sekitar 33% yang kita terima, tapi di samping kualitas, kita juga memberikan afirmasi terhadap lamanya pengabdian dan afirmasi berdasarkan lokasi,” kata Azwar [Tribun News]

Ini Jadwal Baru Pengumuman CPNS Honorer K2

Setelah ditunda sekian kali pengumuman hasil tes CPNS honorer K2 kembali ditungu-tunggu para honorer K2 jadwal pastinya. Jadwal baru kini Menpan RB dan BKN menjadwalkan ulang pengumuman kelulusan honorer K2 pada Senin 10 Februari 2014.

Pemerintah batal mengumumkan kelulusan Honorer K2 untuk pusat pada Jumat dan Sabtu hari ini, 7-8 Februari 2014. Alasannya agar peserta ujian CPNS di Pemerintah daerah (Pemda) dapat serentak mengetahui pengumuman. Hal tersebut dikatakan Karo Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman menanggapi penundaan pengumuman tersebut.

“Karena pertimbangan ada jeda waktu dua hari (Sabtu dan Minggu) yang bisa memancing reaksi honorer K2 di daerah yang tidak puas, maka diputuskan pengumuman dilakukan mulai Senin (10 Februari, red),”katanya. Seperti diketahui, Pengumuman CPNS K2 akan dirilis lagi secara bertahap mulai Jumat kemarin. Namun lagi-lagi ditunda pada Senin 10 Februari 2014 . Semoga ini terakhir kalinya ditunda!

Honorer K2 Gagal CPNS Gaji Dinaikkan Dan Tidak Dipecat

Kabar baik bagi mereka yang nantinya gagal menjadi CPNS dari jalur honorer K2. Pernyataan teranyar dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar, honorer K2 yang gagal tetap berpeluang bekerja sebagai honorer.

Bahkan, Azwar meminta agar honor bulanan mereka ditambah. Tidak seperti selama ini yang dianggap terlalu sedikit.

“Mereka bisa tetap lanjut kerja, dengan catatan pemda harus meningkatkan honorarium honorernya,” kata Azwar Abubakar di kantornya, Jakarta, Selasa (4/2) diberitakan jpnn.

Peningkatan honorarium tersebut, menurut politisi PAN ini, agar kerja honorer ini bisa lebih dihargai pemda. Terlebih selama ini besaran honor yang diterima sangat kecil.

“Saya ditanya bupati/walikota bagaimana dengan honorer yang gagal CPNS, apakah diberhentikan atau tidak. Saya bilang terserah karena yang angkat pemda. Mereka bilang punya dana untuk bayar honorarium. Saya bilang silakan saja asalkan dinaikkan jumlah honornya,” bebernya.

Dengan kebijakan tersebut, Azwar menambahkan, honorer tetap bisa bekerja, sembari menunggu diadakannya seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), seperti diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara. 

Pengumuman kelulusan honorer K2 jadi CPNS ini akan diumumkan 5 Februari 2014 yang bisa di lihat online di website www.menpan.go.id dan www.jpnn.com.

Website Pengumuman Hasil Tes CPNS Honorer K2 Juga di jpnn.com

Pengumuman hasil tes CPNS Honorer K2 2013 akan diumumkan secara online melalui alamat www.menpan.go.id 5 Februari 2014. Selain itu sebagai alternatif jpnn.com juga mempublish pengumuman daftar nama lulus CPNS honorer K2 tersebut.

Menjelang pengumuman kelulusan tenaga honorer kategori dua (K2) pada Rabu (5/2) siang, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2013 terus melakukan  berkoordinasi dengan  pihak-pihak terkait, khususnya Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Pasalnya, pengumuman itu bersifat final dan akan dimuat di website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-) RB (www.menpan.go.id) dalam bentuk PDF. Selain itu JPNN.com juga digandeng sebagai media partner untuk mengumumkan kelulusan honorer K2.