Provinsi Sulawesi Selatan

Ini Formasi CPNS 2018 Kabupaten Bone Provinsi Sulsel

Pendaftaran CPNS 2018 secara resmi akan dibuka pada tanggal 19 September 2018. Meski demikian sejumlah daerah sudah merilis rincian formasi CPNS tahun 2018 yang akan diterima sesuai penetapan formasi dari Kemenpan-RB. Salah satu informasi rincian formasi CPNS 2018 yang sudah di publis adalah Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. IJARIIT menawarkan penawaran.

Pemerintah Kabupaten Bone untuk tahun anggaran 2018 telah menetapkan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejumlah 272 orang (dua ratus tujuh puluh dua).

Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 452 Tahun 2018 Tanggal 30 Agustus 2018 Tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2018.

Dari website https://bone.go.id/ berikut rincian formasi penerimaan CPNS 2018 yang akan diterima Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan, berikut Lampiran Keputusan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 452 Tahun 2018 Tanggal 30 Agustus 2018 Tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2018.

A. FORMASI KHUSUS EKS TENAGA HONOR K2

1. Tenaga Guru : 170 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : Paling rendah S.1 sebelum November 2013
b. Unit Kerja Penempatan : Sekolah negeri di Lingkungan Dinas Pendidikan

2. Tenaga Kesehatan : 0 (nol)
a. Kualifikasi Pendidikan : Paling rendah D-III di bidang kesehatan sebelum November 2013.
b. Unit Kerja Penempatan : Puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan

B. FORMASI UMUM : 50 orang

TENAGA KESEHATAN

1. Dokter Umum Ahli Pertama : 5 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : Dokter Umum
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Lamurukung, UPTD Puskesmas Tellu Siattinge, UPTD Puskesmas Tana Batue, UPTD Puskesmas Kajuara, UPTD Puskesmas Lonrong.

2. Dokter Gigi Ahli Pertama : 4 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : Dokter Gigi
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Awaru, UPTD Puskesmas Bakunge, UPTD Puskesmas Tunreng Tellue, UPTD Puskesmas Lamuru.

3. Perawat Ahli Pertama : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Keperawatan + Ners
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Ajangale, UPTD RSUD Pancaitana.

4. Perawat Terampil : 14 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-III Keperawatan
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Bakunge, UPTD Puskesmas UPTD Puskesmas, UPTD Puskesmas Taretta, UPTD Puskesmas Dua Boccoe, UPTD Puskesmas Tunreng Tellu, UPTD Puskesmas Tana Batue, UPTD Puskesmas Kajuara, UPTD Puskesmas Ulaweng, UPTD Puskesmas Gaya Baru, UPTD Puskesmas Lamuru, UPTD Puskesmas Cenrana, UPTD Puskesmas Lonrong , UPTD RSUD Datu Pancaitana, UPTD Puskesmas Ajangale.

5. Bidan Terampil : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-III Kebidanan
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Awaru, UPTD Puskesmas Datu Pancaitana.

6. Perawat Gigi Terampil : 5 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-III Keperawatan Gigi
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Lamuru, UPTD Puskesmas Lamurukung, UPTD Puskesmas Lamuru Palakka Kahu, UPTD Puskesmas Lamuru, UPTD RSUD Datu Pancaitana.

7. Apoteker Ahli Pertama : 15 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : Apoteker
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Patimpeng, UPTD Puskesmas Lamurukung, UPTD Puskesmas Bakunge, UPTD Puskesmas Tellu Siattinge, UPTD Puskesmas Dua Boccoe, UPTD Puskesmas Tunreng Tellue, UPTD Puskesmas Tana Batue, UPTD Puskesmas Kajuara, UPTD Puskesmas Ulaweng, UPTD Puskesmas Gaya Baru, UPTD Puskesmas Lamuru, UPTD Puskesmas Cenrana, UPTD Puskesmas Lonrong, RSUD Datu Pancaitana, UPTD Puskesmas Patimpeng.

8. Asisten Apoteker Terampil : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-III Farmasi
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Lamurukung, UPTD RSUD Datu Pancaitana.

9. Nutrisionis Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Gizi
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD RSUD Datu Pancaitana

TENAGA TEKNIS : 52 orang
1. Pengelola Pengadaan barang dan Jasa Ahli Pertama : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Manajemen Keuangan
b. Unit Kerja Penempatan : Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

2. Analisis Hukum : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Hukum Tata Pemerintahan / Hukum Tata Negara
b. Unit Kerja Penempatan : Sekretariat DPRD

3. Analisis Kebijakan Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Ilmu Pemerintahan
b. Unit Kerja Penempatan : Inspektorat Daerah

4. Analisis Kerja sama dan Permodalan : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Ilmu Ekonomi Pembangunan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

5. Analisis Keuangan : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Keuangan Akuntansi
b. Unit Kerja Penempatan : Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

6. Analisis Laporan Keuangan : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Ekonomi Akuntansi
b. Unit Kerja Penempatan : Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

7. Analisis Mitigasi Bencana : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Ilmu Sosial / Sosiologi
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Pemadam Kebakaran

8. Analisis Pasar Hasil Pertanian Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Teknologi Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian / Pengolahan Hasil Pertanian.
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Ketahanan Pangan

9. Analisis Pemanfaatan Ruang : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Teknik Sipil
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

10.Analisis Pembangunan : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Teknik Sipil
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

11.Analisis Penatagunaan Tanah dan Kawasan Tertentu : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Pertanian
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

12.Analisis Sistem Informasi 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Teknik Informatika
b. Unit Kerja Penempatan : UPTD Puskesmas Awaru

13.Auditor Ahli Pertama : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Teknik Sipil / Akuntansi
b. Unit Kerja Penempatan : Inspektorat Daerah

14.Auditor Kepegawaian Ahli Pertama : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Ilmu Hukum
b. Unit Kerja Penempatan : Inspektorat Daerah

15.Mediator Hubungan Industrial Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Manajemen / Administrasi
b. Unit Kerja Penempatan : Satuan Polisi Pamong Praja

16.Medik Veteriner Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : Dokter Hewan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Peternakan

17.Paramedik Veteriner Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Peternakan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Peternakan

18.Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Teknik Lingkungan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Lingkungan Hidup

19.Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Peternakan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Peternakan

20.Pengelola Data : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-III Teknik Informatika/Manajemen Teknik Informatika / Administrasi Perkantoran / Manajemen
b. Unit Kerja Penempatan : Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

21.Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Kelautan Sumber Daya Perairan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Kelautan dan Perikanan

22.Pengelola Kesehatan Ternak Besar, Kecil dan Unggas : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Peternakan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Peternakan

23.Pengelola Pengembangan Budidaya dan Pemasaran Perikanan : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Perikanan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Kelautan dan Perikanan.

24.Pengelola Sistem Informasi : 3 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-III Manajemen Informatika, D-III Teknik Informatika, Manajemen Teknik Informatika / Telekomunikasi, D-III Manajemen Informatika.
b. Unit Kerja Penempatan : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pemadam kebakaran, Dinas komunikasi Informatika dan Persandian.

25.Pengelola Sistem Informasi Administrasi Kependudukan : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Kesehatan Masyarakat
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

26.Pengelola Situs Web : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Sistem Informasi
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas komunikasi Informatika dan Persandian.

27, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Kesehatan Lingkungan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Lingkungan Hidup.

28.Pengolah Data Sistem Informasi Pelaksanaan Anggaran : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-III Ekonomi Administrasi Keuangan
b. Unit Kerja Penempatan : Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

29.Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Pertama : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Kesehatan Masyarakat
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

30.Penyuluh Masalah Penanganan Sosial : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-IV Kesejahteraan Sosial
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Sosial

31.Penyuluh Pertanian Ahli Pertama : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Pertanian
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan.

32.Penyusunan Rencana Bahan Teknik Prasarana dan Sarana Budidaya : 1 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Perikanan Manajemen Sumber Daya Perairan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Kelautan dan Perikanan

33.Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Pertama : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Ilmu Hukum, S.1 Hukum Perundang-Undangan,
b. Unit Kerja Penempatan : Satuan Polisi Pamong Praja, Sekretariat DPRD.

34.Perencanaan Ahli Pertama : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Ekonomi Pembangunan / Pemerintahan
b. Unit Kerja Penempatan : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

35.Penata Komputer Terampil : 3 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : D-III Manajemen Informatika / Komputer, D-III Manajemen Informatika
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil, Dinas Komunikasi Informatika.

36.Tenik Penyehatan Lingkungan : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Kesehatan Lingkungan
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Lingkungan Hidup.

37.Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Pertama : 2 orang
a. Kualifikasi Pendidikan : S.1 Teknik Sipil
b. Unit Kerja Penempatan : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Sumber: https://bone.go.id/2018/09/10/rincian-penetapan-kebutuhan-pns-di-lingkungan-pemerintah-kabupaten-bone-tahun-2018/

Hasil Tes CPNS Sulsel 2014 Diumumkan Februari Ini

Pengumuman CPNS – Ratusan peserta tes CPNS 2014 di provinsi Sulawesi Selatan dipastikan tidak saar mengetahui hasil tes CPNS 2014 Sulsel yang sudah di ikuti beberapa bulan yang lalu. Namun hingga ini pengumuman hasil tes CPNS Sulsel ini belum diumumkan.

Pengumuman hasil CPNS Pemprov Sulsel 2014 terbilang lama. Berbagai alasan diungkap Sekprov Sulsel Abdul Latief, dan Kepala BKD Sulsel Mustari Soba, Rabu, 4 Februari.

Saat ditemui di ruangannya, Sekprov berdalih, hasil tes masih harus dikonsultasikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). “CPNS saya kira segera akan keluar bulan ini. Tapi memang kita masih harus konsultasi dengan Kemenpan. Namun, saat hasil tes dikirim, memang sudah ada yang bisa ditetapkan. Tapi, itu hanya formasi khusus seperti bidan dan perawat,” katanya kemarin.

Namun untuk formasi umum yang diikuti berbagai jurusan, kata dia, harus diteliti dan dicek satu demi satu. “Untuk diumumkan memang harus seluruhnya,” aku Latief.

Selain itu, lanjut dia, Pemprov menjadi daerah yang paling terakhir mengumpulkan hasil tes, yang berimplikasi pada lamanya proses verifikasi di pusat. Padahal, seluruh kabupaten/kota di Sulsel hanya membutuhkan waktu dua minggu setelah pengiriman hasil tes dikirimkan. (fajar.co.id/dly/asw)

Latihan Praktek Ujian CAT CPNS : Dengan aplikasi simulasi interaktif Belajar jadi senyaman main Game. Informasi lengkap Baca Disini

Lowongan CPNS 2014 Provinsi Sulawesi Selatan 481 Formasi Diusulkan

Lowongan CPNS Sulsel 2014 – Pada penerimaan CPNS 2014 lowongan CPNS provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan dibuka lagi dengan mengusulkan pembukaan formasi CPNS Sulsel yang dibutuhkan. Pembukaan lowongan penerimaan CPNS Provinsi Sulsel ini tetap dibuka mengingat adanya kekurangan CPNS yang tidak bisa dipenuhi pada penerimaan CPNS 2012 dan 2013.

“Formasi rekrutmen CPNS 2013 yang diberikan ke Pemprov Sulsel tahun 2013 hanya 113, namun yang terisi hanya 102. Jadi masih ada 11 formasi yang kosong. Inilah yang akan kita minta untuk dimasukkan kembali di formasi rekrutmen CPNS 2014,” kata Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Sulsel, Widyawati, Senin, 13 Januari diberitakan fajar.co.id.

Dia menjelaskan, BKD saat ini tengah mengevaluasi berapa PNS yang telah memasuki masa pensiun tahun 2013 dan yang akan pensiun tahun ini. Hasil evaluasi ini menjadi acuan untuk mengajukan permintaan formasi penerimaan CPNS Sulsel 2014 jalur umum.

Hanya saja, Widyawati belum bersedia merinci kualifikasi CPNS yang dibutuhkan karena pihaknya baru akan melakukan evaluasi kebutuhan pegawai di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov. (kas/rif)

Update (25/4)

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel telah menetapkan kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2014. Berdasarkan analisis jabatan, kebutuhan Pemprov Sulsel tahun ini mencapai 481 orang.

Kebutuhan ini pun telah diusulkan ke Kementerian Permbedayaan Aparatur Negara Repormasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk mendapat persetujuan. “Sudah dikirim ke pusat. Kita sisa menunggu persetujuan. Bisa jadi, 400 lebih kita usulkan tetapi hanya 100 yang disetujui,” ujar Kepala BKD Sulsel, Mustari Soba, Kamis 24 April.

Lowongan CPNS 2014 Kabupaten Luwu Utara Dibutuhkan 1923 Formasi

Info CPNS Luwu Utara – Penerimaan CPNS Luwu Utara provinsi Sulawesi Selatan tahun 2014 Diusulkan 1923 Formasi oleh pemkab. Jumlah usul lowongan CPNS Luwu Utara ini tergolong cukup besar diatara daerah di provinsi Sulawesi Selatan yang mengusulkan lowongan penerimaan CPNS tahun 2014.

Kekurangan CPNS di Lutra Sulsel ini memang cukup banyak karena sudah lama tidak membuka lowongan CPNS. Kebutuhan akan formasi CPNS tenaga pendidik atau guru di Kabupaten Luwu Utara masih cukup tinggi. Makanya, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Luwu Utara meminta jatah 1243 formasi CPNS 2014 khusus untuk formasi CPNS guru.

Kebutuhan akan guru kata Musbar, berdasarkan analisa sangat besar. Khususnya di daerah terpencil. Terdapat satu sekolah yang hanya memiliki orang guru berstatus pegawai negeri sipil.

Selain formasi CPNS guru, juga diusul agar pada penerimaan tahun ini dapat diberikan kuota sebanyak 227 orang untuk formasi cpns tenaga kesehatan dan 453 orang untuk formasi cpns tenaga teknis penyuluh.

Sehingga untuk penerimaan CPNS tahun 2014 di Kabupaten Luwu Utara sudah diajukan usul formasi penerimaan CPNS dengan jumlah lowongan 1923 Formasi.

“Formasi yang diusulkan melalui analisa jabatan dan beban kerja PNS,” kata Kepala Bidang Formasi dan Pengadaan Pegawai BKDD Luwu Utara, Musbar seperti diberitakan fajar.co.id (21/4).

Info Tanggal Pendaftaran CPNS 2014 Di Sulawesi Selatan

Tanya:
Kpda Gubernur Sulsel, Kapan pendftaran CPNS Pemprov Sulsel, jurusan apa yang di terima. Wssaalam, bravo Tribun. (081242667xxx).

Jawab:
Sampai saat ini belum ada petunjuk teknis dari Kemenpan- RB ke BKD Sulsel terkait penerimaan CPNS, apabila ada kami segera umumkan melalui media.

Perlu juga diketahui kepada peminat pendaftar CPNS, kiranya bersabar sampai penerimaan CPNS dibuka.

Selain itu kami harapkan agar tidak mudah percaya dengan perkataan orang lain tentang iming-imingan agar bisa lulus dalam seleksi CPNS, karena semua tahapan tes itu murni dari hasil tes peserta.

(Jawaban Kepala BKD Sulsel, Mustari Soba).
Sumber: Tribun Makassar.

Formasi Penerimaan CPNS Kota Makassar 2014 Dipersiapkan

Info CPNS Makassar – Kebutuhan pegawai pada pemerintah Kota Makassar provinsi Sulawesi Selatan cukup mendesak. Akibat ketiadaan penerimaan CPNS mulai tahun 2011 karna adanya kebijakan moratorium penerimaan CPNS menyebabkan Pemkot Makassar saat ini membutuhkan tambahan pegawai mencapai 1.400 orang.

Untuk itu rencananya pemkot Makassar akan membuka lowongan penerimaan CPNS tahun 2014 ini. Saat ini, BKD Kota Makassar telah mempersiapkan kuota formasi kebutuhan CPNS Makassar yang akan dikirimkan ke pusat jika suatu saat data itu diminta.

Kekurangan PNS di Kota Makassar mencapai 1.400-an orang. Selain tenaga guru, BKD juga mengaku masih kekurangan 600-an tenaga kesehatan yang meliputi dokter, bidan, dan perawat yang akan bertugas di puskemas.

Selain formasi guru dan formasi tenaga kesehatan, sisanya pemkot Makassar juga membutuhkan lowongan CPNS tenaga teknis di beberapa dinas, kendati jumlahnya tidak terlalu banyak. Di antaranya dibutuhkan di Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Administrasi dan Pelayanan Perizinan, dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

“Kita masih butuh guru sekitar 800-an orang. Kebanyakan guru sekolah dasar,” ujar Kepala BKD Kota Makassar, Muh Kasim Wahab seperti yang dilansir FAJAR (JPNN Group).

Formasi CPNS Kabupaten Luwu Timur 2013

Formasi CPNS 2013: Kabupaten Luwu Timur – Pendaftaran CPNS di Luwu Timur provinsi Sulawesi Selatan ditunda hari ini dan dibuka mulai Rabu 11 September 2013 mendatang.

Sediannya, semua kabupaten di Sulsel membuka pendaftaran hari ini seperti yang telah dilakukan pemerintah daerah (Pemkab) Bantaeng, Kota Parepare dan Pemprov Sulsel hari ini.

Formasi CPNS Kabupaten Luwu Timur 2013

Adapun Formasi CPNS Kabupaten Luwu Timur berjumlah 95 orang dengan spesifikasi tenaga guru, tenaga teknis dan tenaga kesehatan. Rincian formasi CPNS 2013 Luwu Timur ini sebagai berikut:

  1. Guru Kelas (S1 PGSD) : 43 orang
  2. Guru Teknik dan Komputer Jaringan (S1 Pend. Komputer/S1 Komputer dan Akta IV) : 3 orang
  3. Guru Geologi Pertambangan (S1 Pend. Geologi Pertambangan/S1 Geologi Pertambangan dan Akta IV) : 1 orang
  4. Guru Teknik Otomotif (S1 Pend. Teknik Otomotif/S1 Teknik Otomotif dan Akta IV) : 5 orang
  5. Dokter Spesialis (Dokter Spesialis) : 2 orang
  6. Dokter Umum (Dokter Umum) : 4 orang
  7. Dokter Gigi (Dokter Gigi) : 2 orang
  8. Perawat (S1 Keperawatan/Ners) : 12 orang
  9. Perawat Gigi (D3 Kesehatan Gigi) : 3 orang
  10. Bidan (D3 Kebidanan) : 10 orang
  11. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (S1 Ekonomi Manajemen) : 1 orang
  12. Analis Dampak Lingkungan (S1 Kimia Analis) : 1 orang
  13. Pengawas Teknik Jalan dan Jembatan (S1 Teknik Sipil) : 1 orang
  14. Penyuluh Pertanian (S1 Penyuluh Pertanian) : 1 orang
  15. Penyuluh Perikanan (S1 Perikanan Manajemen) : 1 orang
  16. Penyuluh Kehutanan (S1 Manajemen Hutan) : 1 orang
  17. Medik Veteriner (Dokter Hewan) : 1 orang
  18. Pekerja Sosial (S1 Sosial) : 2 orang
  19. Pekerja Sosial (Penyandang Cacat Pekerja Sosial) : 1 orang.

“Pendaftaran untuk CPNS Luwu Timur akan mulai Rabu tanggal 11 hingga 21 September, setiap hari kerja di gedung Wanita Simpurusiang yang akan dimulai sekitar pukul 08.00 wita,”ungkap Kabag Humas Pemkab Luwu Timur, Amran.

Pengumuman CPNS di Sulsel Serentak 9 September

Pendaftaran CPNS 2013 Sulsel – Bagi kamu yang mencari-cari informasi pembukaan pendaftaran CPNS 2013 di daerah provinsi Sulawesi Selatan baik kabupaten atau kota di infokan bahwa pengumuman penerimaan CPNS 2013 di Sulsel akan segera diumumkan, dan pendaftaran CPNS 2013 di seluruh pemda di Sulsel ini nantinya akan serentak dibuka tanggal 9 September 2013.

Adapun daerah penerima CPNS jalur umum tersebut, yakni Pemprov Sulsel sebanyak 113 orang, Kabupaten Luwu Timur dengan formasi CPNS 95 orang, Bantaeng dengan formasi CPNS 50 orang, Enrekang dengan formasi CPNS 30 orang, Parepare dengan formasi CPNS 50 orang, serta Toraja Utara dengan formasi CPNS 50 orang.

Formasi CPNS tersebut telah diserahkan Sekprov Sulsel, Andi Muallim kepada masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD), di ruang kerja Sekprov Sulsel, Rabu, 4 September.

Dalam kesempatan itu terungkap bahwa, penerimaan CPNS jalur umum tahun ini didominasi oleh tenaga guru, khususnya di lima kabupaten/kota. Hanya Pemprov Sulsel yang tidak membuka formasi tenaga guru tahun ini.

Kepala BKD Sulsel, Mustari Soba mengatakan, dari 113 kuota CPNS jalur umum Pemprov Sulsel, akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, seperti dokter umum dan dokter spesialis serta tenaga bidan dan perawat.

“Selain tenaga kesehatan, kita juga membuka formasi untuk atlet berprestasi, seperti atlet panjat tebing, hanggar, dan atlet selancar, ada pula tenaga teknis seperti pekerja sosial,” ujar Mustari Soba.

Sementara Enrekang, Toraja Utara, Luwu Timur, Bantaeng, dan Parepare, semunya memprioritaskan tenaga guru.

Mustari mengatakan, pengumuman pendaftaran CPNS tahun ini akan dilakukan secara serentak di lima kabupaten/kota pada Senin, 9 September nanti. Sekprov Sulsel, Andi Muallim mengatakan, sistem rekrutmen CPNS jalur umum tahun ini, sama dengan sistem yang digunakan tahun lalu.

Muallim juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi mempercayai calo-calo CPNS yang menjanjikan akan membantu kelulusan dengan catatan harus membayar.

“Jangan lagi ada masyarakat percaya calo-calo, apalagi kalau sebut-sebut nama pejabat, tidak akan ada itu, pengawasan penerimaan CPNS ini cukup ketat dan melibatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), dan lembar jawaban peserta tes akan diperiksa di Jakarta,” tuturnya.

Muallim menambahkan, agar pengawasan naskah atau soal ujian CPNS ini bisa teratur dan mudah diawasi, maka penggandaan soal ujian akan dilakukan oleh provinsi dengan sistem sharing anggaran antara Pemprov dan pemkab/pemkot. [fajar.co.id]

Formasi CPNS 2013 di Provinsi Sulawesi Selatan Pioritaskan Guru

Formasi CPNS 2013: Provinsi Sulsel – Tampaknya kabar baik bagi calon pelamar CPNS guru pada pembukaan penerimaan CPNS tahun 2013 ini, karena menjadi jurusan prioritas maka rata-rata daerah paling banyak membuka lowongan formasi CPNS guru disamping untuk tenaga kesehatan.

Termasuk kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Formasi guru dan tenaga medis masih mendominasi kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di enam kabupaten di Sulsel. PNS pada dua bidang pekerjaan itu dianggap masih sangat kurang.

Di Kabupaten Bantaeng, dari 400 kuota PNS yang akan dibuka, lebih separuh merupakan formasi guru. Sisanya merupakan tenaga medis dan beberapa tenaga teknis. Menurut Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, jumlah guru di daerahnya belum sebanding dengan jumlah sekolah dan ruang belajar yang ada.

“Kira-kira formasi CPNS yang akan diterima di Bantaeng 400 orang. Itu didominasi guru dan tenaga kesehatan,” kata Nurdin kepada FAJAR kemarin.

Hal sama juga terjadi di Kabupaten Enrekang, Parepare, Pinrang, Luwu Timur, dan Toraja Utara. Daerah-daerah ini juga memprioritas penerimaan CPNS baru untuk guru dan tenaga medis. Hanya saja, daerah-daerah ini belum mengumumkan kuota dan formasi yang akan diterimanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Enrekang, Yuyu Yuhaeni mengaku sudah menerima amplop berisi kuota untuk Enrekang. Namun ia berasalan tidak berani membuka amplop tersebut karena ditujukan untuk bupati.

“Amplopnya ditujukan kepada bupati dan tertutup rapat. Makanya saya tidak berani membuka sehingga kami belum tahu berapa kuota CPNS kita,” kata Yuyu yang masih berada di Jakarta menjemput kuota CPNS saat dikonfirmasi, Jumat 19 Juli.

Meski begitu, Yuyu mengakui guru dan tenaga medis menjadi prioritas dalam penerimaan CPNS mendatang. Menurut dia, bumi massenrempulu ini masih kekurangan 739 guru dan 314 tenaga medis. Kekurangan itu diharapkan bisa tertutupi dalam penerimaan CPNS umum yang dijadwalkan berlangsung akhir Agustus atau September mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Enrekang, Chairul Latanro mengimbau kepada calon pendaftar nantinya agar tidak tergiur oleh tawaran oknum yang mengaku bisa meloloskan. Chairul mengatakan, selama ini Enrekang belum pernah ada penerimaan yang menuai masalah karena bertentangan dengan aturan.

“Alhamdulillah, sejak periode pak bupati yang menjabat saat ini belum pernah ada kita dengar kasus yang berkaitan dengan kecurangan dalam pelaksanaan penerimaan CPNS. Beliau selalu mewanti-wanti, jangan sampai ada tindakan yang merugikan seperti itu. Jadi semua murni sesuai hasil tes,” katanya.

Kota Parepare juga demikian. Daerah ini juga memprioritaskan guru dan tenaga kesehatan dalam merekrut CPNS baru. Beberapa sekolah di Parepare masih mengeluh kekurangan guru.

Berbeda dengan Enrekang dan Parepare, Pinrang yang juga memperoleh kesempatan menerima CPNS baru lebih fokus merampungkan honorer K2. Kepala BKD Pinrang, Ilhan Djaya Hamid mengaku pihaknya lebih condong mengutamakan honorer K2 baru mengarah ke formasi penerimaan umum. “Tapi finalnya setelah saya laporkan ke Bupati, ” tegasnya.

Ketua DPRD Pinrang Herman sakka, yang dimintai komentarnya terpisah mendukung sikap pemkab yang enggan membuka rekrutmen CPNS. Ia mengatakan bila ada formasi yang diterima tahun 2013 ini, bebannya akan mengambil dana (gaji PNS) yang hanya menjadi beban baru APBD.

“Jauh lebih baik yang difokuskan mengutamakan di antara ribuan honorer Kategori Dua (K2) yang diperjuangkan baru menyusul penerimaan formasi baru, ” kata Herman Sakka (fajar.co.id)

Daftar CPNS 2013 Sulawesi Selatan Kabupaten/Kota Yang Sudah Ajukan Formasi

Penerimaan CPNS Sulawesi Selatan 2013 – Sampai denggal 29 Mei 2013 dari 24 kabupaten dan kota yang ada di provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa diantaranya sudah mengajukan usulan formasi lowongan CPNS 2013 sesuai data pada SDM Kemenpan RB dalam ceklist kewajiban pada masa moratorium.

Ada kemungkinan kabupaten/kota yang mengajukan formasi CPNS 2013 akan diberikan kuota formasi CPNS 2013 setelah diverifikasi oleh pemerintah pusat. Namun belum dipastikan bagaimana hasil akhirnya. Disetujui atau tidaknya formasi yang telah diajukan tersebut sesuai dengan keadaan dan pemenuhan persyaratan pengajuan formasi CPNS 2013 dari masing-masing kabupaten/kota tersebut.

Salah satu pertimbangan misalnya dalam penentuan formasi guru adalah bagaimana perbandingan antara jumlah guru yang dibutuhkan dengan jumlah murid yang ada, perbandingan kedua yaitu dalam penentuan tenaga kesehatan membandingkan antara jumlah tenaga medis dengan jumlah masyarakat dan perbandingan tenaga administrasi dengan jumlah masyarakat untuk formasi tenaga administrasi.

Setidaknya dengan telah diajukannya formasi penerimaan CPNS 2013 daerah tersebut memiliki kemungkinan akan membuka lowongan CPNS tahun ini. Berikut adalah daftar kabupaten dan kota di provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang usulan formasi CPNS nya sudah disampaikan kepada pemerintah pusat dan masuk ceklist.

Daftar Penyampaian Usulan Formasi CPNS 2013 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan
Periode s/d 29 Mei 2013

No. Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Usulan Formasi 2013
1 Provinsi Sulawesi Selatan Provinsi Sulawesi Selatan untuk rekrutmen baru CPNS telah mengusulkan 1.885 kuota, yaitu tenaga medis 528 orang dan tenaga teknis 1.359 orang. Sampai saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih menunggu petunjuk dan ketentuan teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
2 Kab. Bantaeng
3 Kab. Barru x
4 Kab. Bone x
5 Kab. Bulukumba x
6 Kab. Enrekang
7 Kab. Gowa
8 Kab. Jeneponto
9 Kab. Luwu
10 Kab. Luwu Timur
11 Kab. Luwu Utara
12 Kab. Maros x
13 Kab. Pangkajene dan Kepulauan x
14 Kab. Pinrang
15 Kab. Kep. Selayar x
16 Kab. Sidenreng Rappang x
17 Kab. Sinjai
18 Kab. Soppeng
19 Kab. Takalar x
20 Kab. Tana Toraja x
21 Kab. Toraja Utara
22 Kab. Wajo
23 Kota Makassar
24 Kota Palopo x
25 Kota Pare-pare