Cerita Lulus Murni CPNS: Cut Lutpianti Seperti Gembel Naik Kelas

Latihan Praktek Ujian CAT CPNS : Dengan aplikasi simulasi interaktif Belajar jadi senyaman main Game. Informasi lengkap Baca Disini

Cerita CPNS Kemenkum HAM Jabar: Saya Ini Seperti Gembel Naik Kelas

Bandung – “Saya ini seperti gembel naik kelas,” ujar Cut Lutpianti Ayu Rosiah (22) saat membuka kisahnya bisa masuk menjadi salah satu dari 125 CPNS Kementrian Hukum dan HAM Jabar. Mendaftarkan diri sebagai CPNS, Ayu mengaku hanya berbekal kemampuan diri. Ia sempat khawatir karena tak punya uang pelicin seperti kebanyakan proses seleksi CPNS yang biasa didengar.

“Saya bukan berasal dari orang kaya. Bahkan bisa dibilang keluarga saya miskin. Ibu saya guru, ayah saya malah tidak bekerja,” kisah Ayu di hadapan teman-teman CPNS lainnya saat mendapatkan pembekalan dari Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Aula Kantor Kemenkum HAM Jabar di Jalan Jakarta, Senin (1/4/2013).

Ayahnya selama ini bekerja serabutan menjadi tukang ojek, satpam, dan kuli bangunan. Tak hanya Ayu yang mendaftar, adiknya, Yuda Putra Ramdani (19) pun juga turut mendaftar.

“Sebelumnya saya sempat kerja di tempat bimbingan belajar. Tapi dipecat karena keseringan ikut tes-tes CPNS ini. Saya bertekad, kalau kesempatannya hanya 1 persen, maka kami harus menjadi 1 persen itu,” kata warga Pelabuhan Ratu ini.

Uang yang ia keluarkan sekitar Rp 500 ribu untuk urusan administrasi pendaftaran. “Untuk daftar, semua yang ada dijual. Bahkan sampai pinjam,” tuturnya. Bahkan saat tes Samapta, Ayu mengaku tak punya uang bahkan untuk ongkos hingga akhirnya ia diberi uang oleh orang.

Hingga akhirnya pengumuman, Ayu masih ingat saat itu ia memiliki uang Rp 3.700 untuk ke warnet mengecek kelulusan. “Waktu itu pertama kali saya lihat nama adik saya dulu. Saya bangga dia bisa masuk. Tapi nama saya sendiri belum ada. Sempat mikir bakal jadi pelayan toko saja,” kata Ayu.

Namun ternyata, perjuangannya selama ini tak sia-sia, Ayu pun lulus bersama adiknya menjadi CPNS Kemenkum HAM Jabar. “Saya senang sekali sampai menangis. Rasanya nggak percaya. Kami ini bukan siapa-siapa. Tapi ternyata bisa lulus juga,” tuturnya.

Kisah Ayu tersebut merupakan salah satu dari sekian cerita yang menunjukkan proses penerimaan PNS di Kemenkum HAM dibangun dengan bersih. Bahkan untuk membuktikan proses seleksi CPNS ini bersih, Denny berniat membukukan cerita-cerita inspiratif para calon CPNS seperti Ayu.

“Ayu adalah contoh bagaimana CPNS diseleksi dalam proses yang bersih. Kami kumpulkan cerita mereka. Kami ingin menunjukkan bahwa proses seleksi yang bersih itu bukannya tidak mungkin. Bagaimana bisa cerita dari keluarga sederhana atau biasa bisa masuk. Saya sedang kumpulkan cerita-cerita seperti ini. Untuk dijadikan pengalaman bagi mereka yang akan mendaftar, bahwa penerimaan CPNS itu bisa tanpa pungli, setoran dan titipan,” tutur Denny. (tya/ern)

Sumber: detik.com

Latihan Praktek Ujian CAT CPNS : Dengan aplikasi simulasi interaktif Belajar jadi senyaman main Game. Informasi lengkap Baca Disini

1 thought on “Cerita Lulus Murni CPNS: Cut Lutpianti Seperti Gembel Naik Kelas”

  1. asalmualikum,
    pak deny indaryana,,,,
    salam sejahtera untuk anda, mendengar cerita di atas saya amat terharu, krn anda berhasil mnawasi bobroknya sistem seleksi cpns,
    dulu saya pun pernah beberapa kali mengikuti seleksi cpns hampir di setiap departemen pemerintahan yang
    sedang membuka lowongan saya ikuti, namun di tengah jalan pasca peroses saya harus tersingkirkan karena mungkin tidak bisa membayar pelicin, sungguh pilu hati saya, dan karena kalah uang tiba tiba saja nama saya di coret dari daftar pengumuman. padahal meurut saya ada orng yg saya tahu dan lihat dengan mata saya sendiri, dia jauh d bawah setandar nilai yg telah di trntukan dan saya lebih unggul darinya, namun kenapa dia masuk dan lolos sedangkan nama saya di coret.
    dalm benak saya pun timbul sepekulasi kenapa ini,,, ada apa ini,,, penuh tanya itu smpi skrng msh blm terjawab,
    pak deny indrayana,,, sekarng sy telah bekerja di perusahaan swasta. dan kalau ada lowongn cpns lg harap anda memantau langsung kronologi seleksinya,
    bukan hanya saya saja yang mungkin mengalami kekcwaan ini,,
    mungkin banyak juga sodara2 kita yg secara iq dia pandai namun harus gugur krn kalah da terbentur di keunganya,,
    karena banyknya oknum2 panitia yg mata duitan.
    bangsa ini harus di benahi pak dri hal yg sekecil mungkin,
    jangn sampi mereka yg bisa mnyogok untuk bekerja di PNS itu berpikir untuk balik modal pada saat di sdh bekerja di pemerintahan, dan ujung2nya tibulah rasa serakah dan tamak untuk berkorupsi.
    wasalamualikum

Leave a Reply to Satria Triliza Cancel reply