Lulus CPNS Murni

Penerimaan CPNS Bebas Suap

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi menegaskan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sekarang ini bebas dari praktik suap.

“Saya pastikan tidak ada yang nyogok, tidak ada koneksi, yang jauh pun pasti saya tanda tangani,” kata Yuddy di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Rabu.

Keyakinan tersebut diklaim Yuddy karena berdasarkan pada proses seleksi yang ketat dan pemantauan langsung melalui penandatanganan Surat Keputusan (SK) yang dilakukan oleh dirinya.

“Semuanya sampai ke meja menteri nomornya, kualifikasinya seperti apa saya lihat dan tanda tangani sendiri. Jadi, mau main suap bagaimana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yuddy mengatakan jika ada yang menemukan aksi suap atau titipan dalam proses seleksi CPNS, maka masyarakat diharapkan melaporkannya dengan menunjukkan bukti, sehingga bisa diproses ke pengadilan.

“Tidak ada kesempatan buat nyogok, kalau ada yang protes seperti apa sampaikan bukti legalnya. Nanti diproses ke pengadilan,” ucapnya.

Yuddy juga menambahkan, proses penerimaan CPNS bisa diikuti seluruh kalangan tanpa pembedaan sedikit pun.

“Jangan takut, terus belajar dan berdoa. Mau anak petani, bupati, lurah, silakan coba,” ujarnya.

Terkait dengan pembatalan hasil seleksi CPNS di Konawe Selatan oleh Kemenpan-RB, Yuddy mengatakan hal itu karena ditemukan indikasi kecurangan dalam hasil Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Yuddy juga mengatakan jika ada yang keberatan dengan keputusan tersebut, maka dia mempersilakan pihak yang merasa dirugikan untuk melapor dengan bukti yang dimiliki.

“Silakan saja lapor, tinggal kuat-kuatan fakta saja nanti,” katanya. (antaranews.com)

Yah… Gara-Gara Lulus Murni CPNS Harus Jalan Kaki 270 Km

Seno Agritinus Malvin, 26 tahun, berjalan kaki dari Kota Bengkulu ke Kabupaten Mukomuko sepanjang 270 Kilometer. Perjalanan panjang ini ia lakukan untuk membayar nazar terhadap istrinya yang lulus seleksi calon pegawai negeri sipil (PNS) tanpa melalui suap menyuap alias lulus murni.

Istri Senon, Rika Aplena, 26 tahun, lulus PNS, pada hari ini, 8 Maret 2015. Seno, lulusan Fakultas Pertanian Unversitas Bengkulu ini, pun memulai keberangkatannya sekitar pukul 09.00 WIB.

Berbekal pakaian dan makanan kecil secukupnya serta surat izin dari kepolisian, Seno mantap memenuhi nazarnya menuju Kabupaten Mukomuko. Perjalanan ini akan dilakukan Seno pada siang hari saja, sementara malam harinya ia beristirahat di masjid atau kantor polisi. “Targetnya sepuluh hari lagi saya akan tiba di sana,” kata Seno mantap.

Ia mengatakan aksi berjalan kaki ini sekaligus kampanye mendukung seleksi CPNS murni sebagai indikator pemerintahan yang bersih. “Ini sebagai bentuk syukur sekaligus kampanye seleksi CPNS bersih. Karena selama ini isu yang beredar untuk lulus setidaknya membayar Rp 200 juta,” kata Seno, saat ditemui di rumahnya sebelum menunaikan nazarnya.

Perjalanan Seno juga menandai hijrahnya keluarga kecil tersebut ke Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Namun, istri dan anaknya menggunakan mobil ke tempat tinggal mereka yang baru.

Rika meyakini suaminya akan menyelesaikan nazar tersebut lebih cepat dari yang ditargetkan. “Dia telah mempersiapkan perjalanan ini jauh-jauh hari. Saya yakin dia bisa menyelesaikan misinya. Apalagi selama kuliah kami sering masuk hutan dan naik gunung saat masih di organisasi pencinta alam kampus,” ucapnya.

Rika mengatakan akan memantau perjalanan suaminya melalui telepon genggam. Ia meminta doa dan dukungan kepada semua pihak agar aksi suaminya dapat berjalan lancar sampai tujuan.

Sumber: tempo.co (8/3).

Latihan Praktek Ujian CAT CPNS : Dengan aplikasi simulasi interaktif Belajar jadi senyaman main Game. Informasi lengkap Baca Disini

Benarkah Tes TKD CPNS 2013 Curang? (Penelitian Sederhana)

Latar belakang:

Dari komentar teman-teman di facebook fans page CASNMedia, banyak teman-teman yang berpendapat pesimis akan kemurnian tes TKD CPNS 2013, apalagi dengan diundurnya beberapa kali jadwal pengumuman hasil TKD tersebut. Atas fenomena ini penulis terarik mencari tau bagaimana keadaan sebenarnya.

ssMetodologi:

Penelitian dilakukan secara sederhana, mengajukan pertanyaan sesuai fokus masalah secara online melalui status facebook, dengan populasai 69.330 orang dan sampel (yang bersedia memberi jawaban) sebanyak 3 orang (Dalam waktu 20 menit setelah pertanyaan diajukan)

Hasil Penelitian:

Atas pertanyaan peneliti:
“Apa benar seperti yg dikhawatirkan lulus tes CPNS itu ada permainan?”

Adapun jawaban key informant adalah sebagai berikut:

– “Pagi Kelulusan TKD dgn Sistem CAT benar2 ditentukan dri hsil test yg Qta dapat.. G da rekayasa. Saya salah satu yg lulus TKD dan maju ke test berikut nya.. Terima kasih:-)” (Ade)
– “saya jg lulus murni TKD & TKB loh, kemarin sudah Tes Wawancara, sekarang lg nunggu hasil akhirnya.. semoga lulus.. Amiin..” (Fatahillah)
– “ga ada permainan…aq tes nilai keluar dinyatakan lulus trus proses selanjutnya…sabar aja nunggu” (Yuni)

Tiga dari tiga key informant menolak hipotesis: lulus tes CPNS itu ada permainan.

Kesimpulan:

Dari pendapat key informant diatas, maka kesimpulan penelitian ini adalah: Tidak benar seperti yg dikhawatirkan lulus tes CPNS itu ada permainan

Saran:

Jangan asal nuduh tes CPNS curang tanpa dasar. Sebaiknya belajar utk bisa lulus, tetap berusaha dan optimis, jangan pesimis dan mengkambinghitamkan panitia seleksi CPNS.

Solusi:

Persiapkan diri menghadapi tes CPNS 2014 dari sekarang.

Terimakasih kepada key informant: @ade irma panjaitan, @Fatahillah Sutawinono, @Yuni Tinasari

Cerita Lulus CPNS: Cita-Cita Astronot, Tukang Becak Jadi PNS

Cerita Lulus CPNS – Ini adalah pengalaman admin CASN Media, menceritakan pengalaman singkat waktu lulus CPNS murni.

Selamat pagi, Semoga dalam lindungan Allah SWT Tuhan yg Maha Esa. Semoga teman-teman tetap semangat dalam menjalankan aktifitas yg ada saat ini.. syukuri apa yang ada.

Yg berniat jadi CPNS tahun ini tetap semangat dalam belajar, rejeki gak akan kemana tapi harus “dikail” dengan usaha.

Diposisi teman-teman saat ini mungkin ada rasa pesimis, akan mustahil lulus CPNS karan keterbatasan ini atau itu dengan alasan macam-macam. Itu yang tidak boleh!

Bandingkan dengan pengalaman Admin, mungkin bisa dipetik pelajaran darinya. Intinya adalah pada usaha dan prosesnya bukan pada hasil nya.

Berbagi pengalaman ni, Admin jadi teringat masa2 belajar soal CPNS dulu, belajar disiplin tanpa henti 1 bulan penuh dan Alhadimdulillah bisa lulus ranking 1 di sebuah pemda di Sumut.

Mungkin PNS sudah jadi suratan takdir, cita-cita jadi Astronot sejak kecil agar bisa ke bulan, gak kesampaian karena keterbatasan biaya sekolah waktu itu.

Sebelum PNS admin sempat kuliah seperempat jalan. Profesi admin saat kuliah adalah nyambi tukang becak dayung di Pasar 5 Padang bulan Medan Sumut. Ada orang medan? Pasar 5 pasti tau, tanya aja gang-gang kecil mungkin admin masih ingat. Karena narik becak ini sudah Admin lakukan sejak kelas 2 SMA hingga kuliah.

Pendapatan rata-rata waktu itu hanya Rp.15.000,- tak cukup penuhi biaya uang kos, uang makan dan ongkos kuliah sehari-hari. Tapi tetap berusaha dalam kesulitan hingga badan makin kurus. Buku-buku tak sanggup beli, biasanya minjam ma teman dan di fotocopy pada halaman yang perlu saja.

Tahun 2005 proses kuliah masih jalan, tapi akhirya, terpaksa berhenti cuti kuliah pada semester 3 karna tak sanggup lagi bayar uang SPP. Terpaksa… Rencana cari kerja dulu agar bisa penuhi SPP semester depannya.

Waktu itu cuti pun admin luangkan melamar pekerjaan, salah satunya ada iklan lowongan kerja pada koran Pos Metro Medan. Admin kirim lamaran dan diterima, dan ternyata dipekerjakan sebagai Cleaning Service di sebuah Mall di kota Medan. Hitung-hitung gaji tak mencukupi, akhirnya admin berhenti kerja dan kembali narik becak. Narik Becak lebih bebas waktunya dan target ngumpuli duit Rp.15rb/hari itu masih bisa diusahakan.

Beratnya tantangan itu membuat admin lebih rajin berdoa, lebih bertekad memperbaiki keadaan. Hingga akhirnya dapat informasi ada pelamaran CPNS di daerah. Mumpung ada waktu luang cuti kuliah pengen juga coba-coba. Admin pun mempersiapkan diri ikut ujian.

Persiapan yang dilakukan adalah mempelajari soal-soal CPNS. Dari uang hasil narik becak yang sudah disisihkan admin beli sebuah buku soal-soal dari Toko buku Gramedia Gajah Mada Medan, tokonya ada di depan sekolah Raksana.

Ya, dan usaha pun dimulai. Buku tersebut berisi soal dan pembahasan ujian SNMPTN selama 10 tahun terakhir. Kenapa SNMPTN? Karna waktu itu buku soal CPNS lebih mahal, dan jika diperhatikan sisinya tidak jauh berbeda.

Admin mempelajarinya, mengulang-ulang dari bab I – X dipelajari detail. Belajar dilakukan dengan sistematis pada jam-jam tertentu, biasanya sore hari selepas Ashar hingga magrib. Setelah magrib admin harus bergerak narik becak lagi hingga jam 12 malam, itu terjadi hampir setiap hari.

Oia, Metodenya saat belajar tersebut admin anggap sedang mengerjakan ujian tes yang sebenarnya, makanya try out mandiri ini dilakukan dengan batasan waktu sesuai yang dicantumkan pada lembar soal, setelah selesai dicocokkan dengan kunci jawaban. Jawaban yang salah admin sesuaikan dengan pembahasan dan mempelajari kesalahan tersebut. Hal ini diulang-ulang terus hingga 1 bulan.

Proses berjalan terus dan akhirnya ujian pun tiba. Ternyata saat ujian admin merasa sangat mudah, setengah jam sebelum batas ujian Admin sudah keluar. Tidak menyangka ternyata soal seleksi SNMPTN yang selama ini dipelajari lebih sulit dibanding soal CPNS yang baru saja dikerjakan.

Dan saat pengumuman pun tiba, Admin lulus pada urutan nomor 1 dari 1.500 orang pesaing. Alhamdulillah..

Masih ingat nikmatnya sujud syukur kala itu,
Masih ingat cerita tetangga, mamak yang nangis sepulang dari sawah dengar anak nya lulus CPNS,
Masih ingat indahnya bangun sebelum subuh sahur sendiri untuk puasa najar selama 2 minggu.
Dan masih ingat bapak yang khawatir dari mana cari duit karna walau admin sudah lulus nanti akan butuh biaya tempah seragam dll. (Gak tau bapak kalau admin udah sisihan duit Rp.575.000 dari narik becak, sudah lebih dari cukup buat seragam kuning hijau :-D).

Itu pengalaman admin lulus CPNS. Ceritanya tanpa ditambah-tambahi, tapi dipersingkat karena keterbatasan waktu menulisnya. Jika diperpanjang mash banyak cerita-cerita unik yang admin alami, dilain waktu akan kita teruskan. 🙂

Oia, terus gimana kuliahnya? Tadi kan cuti? Ya, kuliahnya terpaksa berhenti karena sudah kerja. Admin hanya mengurus transkrip nilai mata kuliah yang sudah lulus. Dua tahun mengabdi admin dipercaya kuliah lagi, tapi tentunya dalam tugas belajar yang dibiayai Pemda, jadi tidak harus narik becak lagi.

Demikian, semoga anda tetap semangat walau dalam keterbatasan. Intinya adalah jangan mau menyerah dengan isu-isu CPNS itu curang dan harus menyogok agar bisa lulus.

Disisi lain, PNS bukan satu-satunya profesi yang paling bisa diandalkan. Wiraswasta itu juga Ok. Jangan mau seperti admin, dipaksa jadi PNS padahal cita-cita jadi astronot 😀

—————————————-

Ini Pengalaman Tes CPNS di Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Oleh: Maya Evilia

Hmmm gw lagi pengen cerita soal pengalaman pertama gw ikut tes CPNS kementerian keuangan tahun 2012 lalu *,* ….  Siapa sih yang gak kenal ama Kementerian Keuangan RI?? Kementerian Keuangan merupakan salah satu institusi pemerintahan terpenting di Indonesia. Kementerian Keuangan bertanggung jawab untuk mengelola Pendapatan Negara, Pengeluaran Negara, dan Aset Negara melalui pengalaman APBN..

Seleksi Administrasi Pendaftaran CPNS Kemenkeu

Uhm tes yang pertama adalah tes ADMINISTRASI. Tes petama ini dilakukan dengan melamar online melalui situs rekrutmen.depkeu.go.id … Kita mengisi data diri kaya nama, alamat, universitas, IPK, lalu kita juga harus mengisi ingin ditempatkan di Dirjen Pajak, Perbendaharaan Negara, Bapepam, atau yang lain nya.. Waktu itu sih pilihan pertama gw Dirjen Pajak dan pilihan kedua gw Perbendaharaan Negara. Waktu itu pendaftaran online ini diadakan skitar bulan Juli akhir, dan berkas yang harus dikirimkan itu paling lambat Agustus awal kalo gak salah (agak lupa gw soalnya uda beberapa bulan yang lalu)..hehehehe.. Waktu itu yang melakukan pendaftaran online ada skitar 30ribuan, secara nomer pendaftaran gw aja udah sampe 29 rbuan…

Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS Kemenkeu

Setelah lulus tes administrasi, tes yang kedua adalah TES KOMPETENSI DASAR (TKD). Tes ini menguji pengetahuan umum kita mengenai Tata Negara, Pancasila, UUD, lalu pengetahuan akademik kita juga akan diuji, seperti matematika dasar, hitung – hitungan, Bahasa Indonesia.. Gw paling suka sih waktu ngerjain matematikanya, seru banget…Apalagi soal ceritanya,hehehe… Yang perlu diingat dalam tes ini adalah jangan terlalu lama berpikir dalam menjawab pertanyaan, secara waktunya yang sangat singkat yaitu 2,5 jam dan soalnya panjang – panjang banget boooo…Terus jangan lupa untuk mengisi semua jawaban, jangan sampai ada yang kosong karena kalaupun jawaban kita salah gak akan ada pengurangan nilai kok 🙂

Tes Kompetensi Bidang (TKB) CPNS Kemenkeu: Psikotest Dll.

Setelah lulus tes kompetensi dasar, tes yang kedua adalah TES PSIKOTES. Waktu jaman gw kemarin yang lulus ke tahap tes psikotes itu cuma 1083 kalo gak salah, hehe yapz TKD merupakan tes yang paling banyak memakan korban.. Tes Psikotes ini dilakukan sekitar kurang lebih 5 jam, dari jam 8 pagi ampe jam 1 siang.. Soalnya banyaaakkkk bangetttttt, dan waktunya itu sebentar2 bangett buat per bagian nya,, heheheh jadi kudu berusaha secepet mungkin ngerjainnya.. Kebetulan sih gw suka banget ama soal – soal psikotes jadi gak masalah buat gw, xixixixixi..

Tes ini terdiri dari beberapa bagian, yang gw inget sih :
1. Tes matematika kaya hitung – hitungan dan soal cerita ..
2. Tes bahasa kaya sinonim, antonim gitu deh..
3. Tes gambar – gambar, yapz tes ini cukup bikin pusing, balok jungkir balik gitu gambar – gambarnya..hehehe tapi gw seru – seru aja ngerjain soal ini, cukup asik ngutak atiknya..
4. Tes Pauli.. Tes ini yang cukup bikin para peserta pusing, gimana gak pusing, liat kertasnya aja udah bikin mual (kata orang – orang sih gitu).. Tapi gw malah paling suka sama tes yang satu ini, hehe.. Kertasnya itu segede kertas koran dan penuh dengan angka bolak balik.. Tugas kita adalah menjumlahkan dari atas ke bawah. Kalo bisa sih ngerjain nya yang cepet yah, kerjain sebanyak – banyaknya.. tapi kalo kata orang psikologi sih yang diukur dari tes ini bukan banyak atau sedikitnya kita ngerjain soal, melainkan dari kekonsistenan kita dalam ngerjain soal gitu..
5. Wartegg Tes. Dalam tes ini kita dikasih selembar kertas yang terdiri dari 8 kotak, dan kita disuruh untuk melengkapi gambar dasar yang ada pada masing – masing kotak.
6. Tes menggambar. Kita disuruh untuk menggambar orang dan pohon, hehe tes ini cukup bikin otak refresh setelah ngerjain Pauli.

Selesai menjalani tes psikotes ini, keluar ruangan yang gw rasain itu lapeeerrrrrrrrrrrrrr banget,, sumpah cukup menguras tenaga tes nya.. hehe..

3 minggu kemudian hasil tes diumumkan, dan Alhamdulillah gw lolos ke tahap tes kesehatan dan kebugaran.. Kalo dari blog – blog yang gw baca dari pengalaman – pengalaman sebelumnya sih tes kesehatan dan kebugaran itu dilakukan lebih dulu, yang lolos tes ini baru mengikuti tes wawancara. Tapi waktu jaman gw ikut tes, bagi yang lolos tes psikotes maka akan lolos ke tahap tes KESEHATAN DAN KEBUGARAN & tes WAWANCARA (mungkin karena waktunya yang udah sangat mendesak yah coz waktu itu udah tanggal 2 November).

Waktu itu gw ikut tes wawancara tanggal 6 Nov dan gw kebagian jadwal tes kesehatan & kebugaran tgl 8 Nov.. Waktu tes wawancara sebenarnya persiapan paling penting adalah mental, jangan grogi duluan, PD aja.. Istirahat dan makan yang cukup, pokoknya di depan interviewer kita harus keliatan seger dan bersemangat. Tunjukkan sikap yang santun dan ramah.. Pertanyaan ketika wawancara seputar pengalaman kerja, organisasi, keberhasilan, dan kegagalan.. Waktu itu gw berangkat paling pagi, jam 6 gw udah nangkring di gedung Bea Cukai Semarang, dan gw sama sekali gak ditanyain tentang pelajaran dan tentang berita – berita aktual seputar kemenkeu (padahal gw udah belajar),hehe

Tgl 8 Nov gw ikut tes kesehatan dan kebugaran. Gw berangkat sepagi mungkin karena gw pengin lari di kloter pertama biar gak panas, hehe..
Pada tes ini kita diukur tinggi badan, tekanan darah, dites buta warna, mulut & gigi, telinga, cek mata apakah minus atau tidak, apalagi yah gw lupa..hehe

Setelah tes kesehatan, tes selanjutnya adalah lariiiii yaitu lari selama 12 menit dan shuttle run. Yang perlu kita lakuin dalam tes ini adalah lariiiiiiiiiiiiiiiiii teruuuuusssssss jangan berhenti, jangan jalan lari jalan lari, kalau bisa lari teruusss.. Waktu itu gw bisa dapet 4,5 puteran muterin Lapangan sepak bola Gor Jatidir Semarang.. hehe gw lari di depan sendiri waktu itu, udah kaya kancil aja.. Abis lari rasanya capeeeeeeeee bangettttttttttt..

Setelah lari 12 menit, kita harus ikut shuttle run. Yang paling penting dalam tes ini adalah lari secepat mungkin. Shuttle run ini lari membentuk angka 8 mengitari 2 tongkat..

Itulah pengalaman gw ikut tes KEMENKEU, semoga bermanfaat [Maya Evilia]

Lulus Murni CPNS, Anak Petani Menangis di Depan Wakil Menteri

Wakil Kementerian Hukum dan HAM Denny Indrayana, Kamis (10/4) lalu, mengumumkan nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2012 yang memegang nilai tertinggi di Kemenkum HAM Sulawesi Utara.

Dengan pembawaan tenang, Denny menanggil nama Parulian Sihotang sebagai pemegang nilai tertinggi di Kemenkum HAM Sulut. Tanpa menunggu lama, Denny meminta pria kelahiran Labuan Batu, Sumatera Utara 19 Maret 1992 itu maju.

“Kenapa kamu menangis,” tanya Indrayana. “Saya ingat orangtua saya pak di kampung di Sumatera Utara (Sumut),” katanya dengan nada sendu.

Dalam testimoninya, Parulian mengaku bahwa dia adalah anak seorang petani. Ayahnya telah meninggal dan ibunya seorang petani yang harus banting tulang untuk dirinya. Selepas SMA, ia langsung merantau ke Manado. Di Manado, anak bungsu itu kemudian mencoba test polisi.

“Dua kali saya gagal. Entah mengapa saya gagal. Dua kali saya ikut ujian, namun gagal di Pantohir,” ujarnya.

Walau gagal di ujian masuk polisi, keinginan untuk membuat sang ibu bahagia tetap membara dalam hatinya. Jalur PNS akhirnya dipilih sebagai jalan menggapai impiannya.

“Saya di warnet dua sampe tiga jam. Di situ saja copy semua contoh soal dan mempelajarinya di kost,” jelasnya.

Perjuangan Parulian menuai hasil. Ia kini menjadi CPNS yang mempunyai nilai tertinggi dengan angka 61,5 dari 45 CPNS Kemenkum HAM Sulut.

“Saya pun langung menghubungi ibu. Saya pun punya rencana membawa ibu saya ke Manado,” imbuhnya.

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Jika kita dapat memanfaatkan kegagalan sebagai pelecut untuk lebih baik maka itu justru akan membawa kita kepada kesuksesan. [jawaban.com]

Cerita Lulus Murni CPNS: Cut Lutpianti Seperti Gembel Naik Kelas

Cerita CPNS Kemenkum HAM Jabar: Saya Ini Seperti Gembel Naik Kelas

Bandung – “Saya ini seperti gembel naik kelas,” ujar Cut Lutpianti Ayu Rosiah (22) saat membuka kisahnya bisa masuk menjadi salah satu dari 125 CPNS Kementrian Hukum dan HAM Jabar. Mendaftarkan diri sebagai CPNS, Ayu mengaku hanya berbekal kemampuan diri. Ia sempat khawatir karena tak punya uang pelicin seperti kebanyakan proses seleksi CPNS yang biasa didengar.

“Saya bukan berasal dari orang kaya. Bahkan bisa dibilang keluarga saya miskin. Ibu saya guru, ayah saya malah tidak bekerja,” kisah Ayu di hadapan teman-teman CPNS lainnya saat mendapatkan pembekalan dari Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Aula Kantor Kemenkum HAM Jabar di Jalan Jakarta, Senin (1/4/2013).

Ayahnya selama ini bekerja serabutan menjadi tukang ojek, satpam, dan kuli bangunan. Tak hanya Ayu yang mendaftar, adiknya, Yuda Putra Ramdani (19) pun juga turut mendaftar.

“Sebelumnya saya sempat kerja di tempat bimbingan belajar. Tapi dipecat karena keseringan ikut tes-tes CPNS ini. Saya bertekad, kalau kesempatannya hanya 1 persen, maka kami harus menjadi 1 persen itu,” kata warga Pelabuhan Ratu ini.

Uang yang ia keluarkan sekitar Rp 500 ribu untuk urusan administrasi pendaftaran. “Untuk daftar, semua yang ada dijual. Bahkan sampai pinjam,” tuturnya. Bahkan saat tes Samapta, Ayu mengaku tak punya uang bahkan untuk ongkos hingga akhirnya ia diberi uang oleh orang.

Hingga akhirnya pengumuman, Ayu masih ingat saat itu ia memiliki uang Rp 3.700 untuk ke warnet mengecek kelulusan. “Waktu itu pertama kali saya lihat nama adik saya dulu. Saya bangga dia bisa masuk. Tapi nama saya sendiri belum ada. Sempat mikir bakal jadi pelayan toko saja,” kata Ayu.

Namun ternyata, perjuangannya selama ini tak sia-sia, Ayu pun lulus bersama adiknya menjadi CPNS Kemenkum HAM Jabar. “Saya senang sekali sampai menangis. Rasanya nggak percaya. Kami ini bukan siapa-siapa. Tapi ternyata bisa lulus juga,” tuturnya.

Kisah Ayu tersebut merupakan salah satu dari sekian cerita yang menunjukkan proses penerimaan PNS di Kemenkum HAM dibangun dengan bersih. Bahkan untuk membuktikan proses seleksi CPNS ini bersih, Denny berniat membukukan cerita-cerita inspiratif para calon CPNS seperti Ayu.

“Ayu adalah contoh bagaimana CPNS diseleksi dalam proses yang bersih. Kami kumpulkan cerita mereka. Kami ingin menunjukkan bahwa proses seleksi yang bersih itu bukannya tidak mungkin. Bagaimana bisa cerita dari keluarga sederhana atau biasa bisa masuk. Saya sedang kumpulkan cerita-cerita seperti ini. Untuk dijadikan pengalaman bagi mereka yang akan mendaftar, bahwa penerimaan CPNS itu bisa tanpa pungli, setoran dan titipan,” tutur Denny. (tya/ern)

Sumber: detik.com